Monday, 3 October 2016

Tugas Pancasila STMIK AMIKOM YK

Makalah Pendidikan Pancasila
Lima Sila Untuk Kehidupan Yang Bernurani
  



Hasil gambar untuk lambang amikom



Disusun Oleh :

Teddy surawan

TI-11

15.11.9218


TEKNIK INFORMATIKA
STMIK-AMIKOM YOGYAKARTA

2015




LIMA SILA DALAM SATU HATI
Sudah terbiasa telinga kita mendengar orasi demi orasi para calon pemimpin rakyat berkokok mengobral janji janji mereka seperti “Kami gratiskan sekolah”, “Kami gratiskan periksa kesehatan”, “kami turunkan bbm”, dan lain lain.
Indah sekali janji-janji mereka bak “surga” di tanah “neraka”. Seperti sudah menjadi budaya, apapun yang mereka janjikan akan lenyap tiba-tiba ketika mereka sudah terpilih menjadi wakil rakyat. Semua rakyat bisa menebak. Lalu apa yang diberikan kepada rakyat-rakyat yang ditanggungnya? Hanya sepersekian persen dari “surga” yang mereka janjikan dan sisanya adalah “neraka” yang mereka berikan.
Pancasila terdiri 5 sila yang saling berkaitan antara satu sila dengan sila yang lain. Tidak percaya? Coba anda perhatikan illustrasi dibawah ini:
-          Orang yang percaya akan ketuhanan, otomatis ia mempunyai rasa kemanusian.
-          Orang yang mempunyai rasa kemanusiaan, otomatis ia memiliki rasa persatuan
-          Orang yang mempunyai rasa persatuan, otomatis ia memiliki rasa untuk merakyat kepada rakyat-rakyatnya
-          Orang yang mempunyai rasa kerakyatan, otomatis ia memiliki rasa keadilan kepada semua rakyatnya
-          Yang terakhir, orang yang memiliki rasa keadilan otomatis dia adalah manusia setengah dewa seperti lagunya bang Iwan Fals
Sebagai bangsa yang berpegang kepada pancasila kita harus dapat mempercayai semua sila yang ada pada tubuh Pancasila tanpa ada keraguan sedikitpun dalam diri kita masing-masing. Rasulullah SAW dan Proklamator kita Soekarno saja memliki kepercayaan tinggi dalam bersikap adil kepada semua istrinya. Itu contoh sederhana dan nyeleneh, jangan dijadikan contoh kalau anda dan istri anda belum bisa bersikap adil dan belum siap jadi korban keadilan anda.


Hubungan antara pancasila dan filosofi 5 jari
Coba anda hitung jari anda disalah satu tangan atau kaki anda, ada berapa? Ada 5 bukan? Lalu apa hubungan antara jari kita dengan pancasila? Sebenarnya tidak ada, hanya saja dibuat-buat agar tulisan ini lebih menarik. Namun keduanya bisa kita “paksakan” hubunganya. Maksudnya?
Pancasila sama dengan jari jemari di tangan kita. Kok bisa? Ya karena dapat memegang, menggenggam, memiliki rasa sensitifitas yang melahirkan rasa gotong royong, kebersamaan, berbagi, dan cinta kepada sesama baik moril maupun materil.

Pancasila dan Rukun Islam
Seperti yang kita ketahui, Islam adalah agama dengan penganut terbesar di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Islam memiliki rukun islam yang berjumlah 5 rukun. Lalu apa hubunganya? Jelas ada. Rukun Islam adalah inti pedoman umat islam dalam kehidupan beragama, sedangkan pancasila adalah pandangan hidup bangsa indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika manusia sudah mengamalkan Rukun Islam dengan baik maka dia dapat kita anggap sebagai manusia ½ dewa. Jika dari kita dapat mengamalkan pancasila dengan baik kita juga bisa dianggap sebagai manisa ½ dewa juga. Lalu apa sebutan untuk yang mengamalkan keduanya dengan sebaik-baiknya? Sebutan untuk yang dapat mengamalkan keduanya dengan baik adalah Manusia Sempurna.
Harmoni Pancasila
1.    Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa
Setiap manusia memiliki keyakinan terhadap Tuhan sesuai agama meraka,begitupun dengan masyarakat Indonesia. Sila pertama dalam pancasila sama dengan rukun pertama dalam rukun islam, “Syahadat” atau bersaksi serta mempercayai akan adanya tuhan. Kenapa lebih mengedepankan islam dalam tulisan saya ini? Karena mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah penganut agama Islam, meskipun yang dimaksud pancasila adalah ketuhanan secara universal yang dianut dari berbagai macam agama di Indonesia. Meskipun berbeda, tetap saja semua meyakini bahwa Tuhan adalah Esa.
2.    Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Seperti yang disampaikan diawal tadi dan berkaitan dengan sub judul, setiap sila pancasila memiliki hubungan yang terikat dengan sila lainya sehingga menghasilkan suatu harmoni pancasila yang indah serta sempurna sebagai pedoman bangsa. Manusia beragama, pasti menghargai nilai-nilai kemanusiaan dengan baik. Mulai dari menjunjung tinggi agama sendiri, umat seagama serta senantiasa menghargai penganut agama lain demi menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis dengan memanusiakan manusia, adil dan menjunjung tinggi etika dalam kehidupan bermasyarakat.
3.    Persatuan Indonesia
Sila ketiga ini tentu akan sangat mudah terwujud jika sila pertama dan kedua sudah terpenuhi melekat dalam kehidupan bermasyarakat setiap masyarakat Indonesia. Pada sila ini, pancasila diharapkan dapat menjaga keharmonisan dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat seperti Firman Allah dalam surat Ali Imronn 130 “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingetlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahilliah) saling bermusuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah menjadi orang-orang yang bersaudara...”
4.    Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Tidak ada yang perlu diragukan dari Pancaila. Semua sila pancasila tak ada satupun yang bertentangan dengan kitab atau dalil agama apapun. Sekalipun dalam hal pengambilan keputusan, Pancasila mengajarkan untuk melakukan musyawarah untuk menuju suatu kemufakatan begitupun dengan ajaran Islam, contohnya ketika pergantian Khalfah, Piagam Madinah, Perluasan Wilayah Dakwah Islam, dan lain lain. Musyawarah sudah ada sejak zaman Rosulullah. Dalam kutipan terjemahan surat Asy-Syura pun Allah berfirman “.....sedang uruan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”. Dengan demikian, tidak ada bukti yang menunjukkan Pancasila bertentangan dengan ajaran Islam.
5.    Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima ini adalah sila terakhir pada pancasila, akan mudah terwujud jika ke-empat sila sebelumnya sudah terpenehi dengan baik maka akan terwujudnya suatu tatanan bangsa yang menegakkan segala sesuatu atas dasar keadilan. Keadilan memang sulit ditegakkan karena keadilan yang sesungguhnya hanya dimiliki Allah SWT, namun setidaknya sebagai masyarakat yang baik khususnya bagi pemerintah yang baik hendaknya bersikap adil kepada rakyatnya atau semua orang disekitarnya demi terjaganya rasa harmonis dan perdamaian dalam kehidupan bernegara.


Lalu apa yang harus kita lakukan?

Pertanyaan diatas bukanlah pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Sesungguhnya banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengamalkan pancasila, dan seperti yang Ibu Ainun Habibie katakan “Banyak cara untuk mencintai negeri ini”. Minimal dengan niat untuk menjadi warga negara yang baik dan berpegang teguh kepada Pancasila dalam kehidupan bernegara..
Apa sih akar pemikiran Pendidikan Pancasila?
Pendidikan Pancasila adalah bagian dari MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian) sebagai mata kuliah wajib di Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk membentuk sikap mental dan jatidiri.
Landasan Pendidikan Pancasila sendiri ada 5, antara lain:
1.    Landasan Filosofis, berlandaskan pembangunan semangat bersama
2.    Landasan Historis, berlandaskan atas dasar nilai-nilai perjuangan dan kesetiaan terhadap NKRI
3.    Landasan Sosiologis, berlandaskan lintas budaya dan demokrasi
4.    Landasan Yuridis, berlandaskan rasa kebangsaan dan cinta tanah air
5.    Landasan Teori, berlandaskan pribadi yang bertanggung jawab, menanam rasa pembangunan, dan nilai-nilai pendidikan
KAJIAN ILMIAH-FILSAFATI PENDIDIKAN PANCASILA
1.    Pendekatan Ilmiah-filsafati dalam Pendidikan Pancasila
Pendekatan ilmiah mengandaikan adanya disiplin ilmu sebagai landasannya.
2.    Macam-macam Ilmu Pengetahuan a. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan
– Ilmu-ilmu alam (Natural Sciences)
– Ilmu-ilmu sosial (Social Sciences)
– Ilmu-ilmu kemanusiaan/humaniora (The Humanities)
b. Filsafat sebagai Ilmu Kritis
Filsafat adalah ciri berpikir manusia yang bersifat radikal, sistematis dan universal. Filsafat berciri radikal karena hal yang dibicarakan diupayakan tuntas ke akar permasalahan sampai kepada hakekatnya.  Filsafat berciri sistematis artinya berpikir secara  logis  selangkah  demi  selangkah  dan  menunjukkan   hu  dandamenunjukan hubungan  yang utuh dan saling berkaitan  satu sama  lain. Filsafat  berciri universal dimaksudkan karena filsafat memandang persoalan secara umum, menyeluruh, tidak terikat ruang dan waktu.
Pancasila merupakan konsep adaptif filsafat Barat. Hal ini merujuk pidato Sukarno di BPUPKI dan banyak pendiri bangsa merupakan alumni Universitas di Eropa, dimana filsafat barat merupakan salah satu materi kuliah mereka. Pancasila terinspirasi konsep humanisme, rasionalisme, universalisme, sosiodemokrasi, sosialisme Jerman, demokrasi parlementer, dan nasionalisme.
Arti Pancasila Yang Sebenarnya
Pancasila bukan hanya sekedar rangkaian kata-kata yang diucap pembina upacara dan diikuti peserta upacara setiap hari senin. Pancasila tidak hanya tentang sila pertama sampai sila kelima. Pancasila artinya lima dasar atau lima asas yaitu nama dari dasar negara kita, Negara Republik Indonesia. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad XIV yang terdapat dalam buku Nagara Kertagama karangan Prapanca dan buku Sutasoma karangan Tantular, dalam buku Sutasoma ini, selain mempunyai arti “Berbatu sendi yang lima” (dari bahasa Sangsekerta) Pancasila juga mempunyai arti “Pelaksanaan kesusilaan yang lima” (Pancasila Krama), yaitu sebagai berikut:
Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. sebagai dasar negara maka nilai-nilai kehidupan bernegara dan pemerintahan sejak saat itu haruslah berdasarkan pada Pancasila, namun berdasrkan kenyataan, nilai-nilai yang ada dalam Pancasila tersebut telah dipraktikan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dan kita teruskan sampai sekarang.
Rumusan Pancasila yang dijadikan dasar negara Indonesia seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah:
1.    Ketuhanan Yang Maha Esa
2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.    Persatuan Indonesia
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Kelima sila tersebut sebagai satu kesatuan nilai kehidupan masyarakat Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dijadikan Dasar Negara Indonesia.
Dalam pengertian ini, Pancasila disebut juga way of life, weltanschaung, wereldbeschouwing, wereld en levens beschouwing, pandangan dunia, pandangan hidup, pegangan hidup dan petunjuk hidup. Artinya, bahwa semua tingkah laku dan tindakn pembuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pencatatan dari semua sila Pancasila. Hal ini karena Pancasila Weltanschauung merupakan suatu kesatuan, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain, keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis.


Asal muasal kata Pancasila
Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta India (kasta brahmana). sedangkan menurut Muh Yamin, dalam bahasa sansekerta , memiliki dua macam arti secara leksikal yaitu : panca : yang artinya lima, syila : vokal i pendek, yang artinya batu sendi, alas, atau dasar. Syiila vokal i panjang artinya peraturan tingkah laku yang baik atau penting.
Kata-kata tersebut kemudian dalam bahasa indonesia terutama bahasa jawa diartikan “susila” yang memiliki hubungan dengan moralitas. oleh karena itu secara etimologi kata “pancasila” yang dimaksud adalah istilah “pancasyila” dengan vokal i yang memiliki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”. Dalam buku Sutasoma, terdapat istilah “Pancasila Krama”, yaitu Lima dasar tingkah laku atau perintah kesusilaan. Dalam kitab itu terdapat 5 larangan yakni:
1.    Panatipada veramani sikhapadam samadiyani, artinya “jangan mencabut nyawa makhlum hidup” atau dilarang membunuh.
2.    Dinna dana veramani shikapadam samadiyani, artinya “jangan mengambil barang yang tidak diberikan.” maksudnya dilarang mencuri.
3.    Kameshu micchacara veramani shikapadam samadiyani, artinya jangan berbuat zina.
4.    Musawada veramani shikapadam samadiyani, artinya jangan berkata bohong atau dilarang berdusta.
5.    Sura merayu masjja pamada tikana veramani, artinya janganlah minum-minuman yang memabukkan.
Nilai-nilai Pancasila secara intrinsik bersifat filosofis, dan di dalam kehidupan masyarakat indonesia nilai Pancasila secara praktis merupakan filsafat hidup (pandangan hidup) bahkan sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu dan Budha.
Hubungan antara Pancasila dengan Hak Asasi Manusia
HAM atau Hak Asasi Manusia adalah sesuatu yang telah diberikan Tuhan sejak lahir hingga meninggal dunia yang berkaitan dengan keadilan. Ideologi negara kita bersifat fleksibel, yang artinya akan berlaku di setiap waktu dan kondisi. Pancasila mengandung beberapa makna yang berkaitan dengan HAM.

Sila Ke-1               : Ketuhanan yang maha esa.
        Semua individu memiliki hak dalam beragama tanpa paksaan.
Sila Ke-2               : Kemanusiaan yang adil dan beradab.             
                                           Semua individu memiliki hak untuk diadili secara adil dan merata.
Sila Ke-3                : Persatuan Indonesia.
                                           Semua individu memiliki hak untuk bersatu.
Sila Ke-4                : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam
                                 permusyawaratan perwakilan.
                                 Semua individu memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.
Sila Ke-5                : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Seluruh individu memiliki hak untuk diperlakukan secara adil tanpa memandang derajat.
PENUTUP


Dalam makalah ini, banyak hal yang masih kurang untuk dituliskan agar lebih memahami pembaca tentang makna Pancasila. Terlalu banyak makna yang dalam didalam arti Pancasila dan terlalu banyak kekurangan para aparat negara serta masyarakat dalam memahami arti sebuah ideologi Pancasila dalam kehidupan berpolitik, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas. Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan. Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.








0 komentar:

Post a Comment