Massa
Setiap benda tersusun
dari materi. Jumlah materi yang terkandungdalam suatu benda disebut massa
benda.
Dalam SI, massa diukur
dalam satuankilogram (kg). Misalnya, massa tubuhmu 52 kg, massa seekor kelinci
3 kg, massa sekantong gula 1 kg. Dalam SI, massa menggunakan satuan dasar
kilogram (kg), sedangkan berat menggunakan satuan Newton (N).
·
Massa
suatu benda dapat diukur dengan neraca lengan
·
Berat
diukur dengan neraca pegas
Neraca lengan dan
neraca pegas termasuk
jenis neraca mekanik. Sekarang banyak digunakan
jenis neraca lain yang lebih praktis, yaitu neraca digital. Pada neraca
digital, hasil pengukuran massa langsung dapat diketahui, karena muncul dalam
bentuk angka dan satuannya.
Selain kilogram (kg), massa benda juga
dinyatakan dalam satuan-satuan lain. Misalnya, gram (g) dan miligram (mg) untuk
massa-massa yang kecil; ton (t) dan kuintal (kw) untuk massa-massa yang besar.
» 1 ton = 10 kw = 1.000 kg
» 1 kg = 1.000 g
» 1 g = 1.000 mg
Waktu
Waktu adalah selang
antara dua kejadian atau dua peristiwa. Misalnya, waktu hidup seseorang dimulai
sejak ia dilahirkan hingga meninggal, waktu perjalanan diukur sejak mulai
bergerak sampai dengan akhir gerak (berhenti).
Waktu dapat diukur dengan jam tangan atau stopwatch.
Satuan SI untuk waktu adalah detik atau sekon (s).
Satu sekon standar (baku) adalah waktu yang dibutuhkan atom Cesium untuk
bergetar 9.192.631.770 kali. Berdasarkan jam atom hasil pengukuran waktu dalam selang
waktu 300 tahun tidak akan bergeser lebih dari satu sekon. Untuk
peristiwa-peristiwa yang selang terjadinya cukup lama, waktu dinyatakan dalam
satuan-satuan yang lebih besar, misalnya menit, jam, hari, bulan, tahun, dan
abad.
1 hari = 24 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 sekon
Untuk kejadian-kejadian yang cepat sekali,
dapat digunakan satuan milisekon (ms) dan mikrosekon (μs).
Besaran dan
turunan
Besaran-besaran yang
dapat diukur selain 7 (tujuh) besaran pokok pada Tabel diatas termasuk besaran
turunan. Disebut besaran turunan karena besaran-besaran tersebut dapat
diturunkan dari besaran-besaran pokoknya. Misalnya, luas ruang kelas. Jika
ruang kelas berbentuk persegi, maka luasnya merupakan hasil perkalian panjang dengan
lebar. Perhatikan, bahwa panjang dan lebar merupakan besaran pokok panjang.
Dalam SI, panjang diukur dengan satuan meter (m).
Luas dalam SI memiliki satuan meter x meter,
atau meter persegi (m2). Contoh besaran turunan yang lainnya adalah volume,
konsentrasi larutan, dan laju pertumbuhan.
a. Luas
Untuk benda yang berbentuk persegi, luas benda
dapat ditentukan dengan mengalikan hasil pengukuran panjang dengan lebarnya.
b. Volume
Misalnya, kamu
mempunyai dua wadah, yakni kaleng besar dan kaleng kecil. Jika dipergunakan
untuk menampung air, kaleng besar pasti dapat menampung air lebih banyak. Hal
tersebut terkait dengan besarnya ruangan yang terisi oleh materi, biasanya
disebut volume. Jika volume suatu benda lebih besar, maka benda itu dapat
menampung materi lebih banyak dibandingkan benda lain yang volumenya lebih
kecil. Volume merupakan besaran turunan yang berasal dari besaran pokok panjang.
Volume benda padat yang bentuknya teratur, contohnya balok, dapat ditentukan
dengan mengukur terlebih dahulu panjang, lebar, dan tingginya, kemudian
mengalikannya. Jika kamu mengukur panjang, lebar, dan tinggi balok menggunakan
satuan sentimeter (cm), maka volume balok yang diperoleh dalam satuan
sentimeter kubik (cm3). Jika, panjang, lebar, dan tinggi diukur dalam satuan
meter (m), maka volume yang diperoleh satuannya meter kubik (m3).
c. Konsentrasi Larutan
Misalnya, kamu membuat
larutan gula dengan memasukkan gula ke dalam air, kemudian kamu cicipi. Jika
kurang manis, kamu dapat menambahkan gula lagi. Makin banyak gula yang
ditambahkan, makin manis rasa larutan itu. Selain rasa manis yang bersifat
kualitatif (hasil indra pengecap), adakah besaran yang dapat digunakan untuk
menggambarkan banyaknya gula dan air di dalam larutan ter-sebut? Salah satu
besaran yang dapat digunakan adalah konsentrasi larutan (K). Ada banyak cara
untuk merumuskan konsentrasi larutan. Pada contoh larutan tersebut, konsentrasi
dapat dirumuskan sebagai massa gula (zat terlarut) dibagi volume air (zat
pelarut), yaitu:
d. Laju Pertumbuhan
Besaran panjang dan
waktu dapat digunakan untuk menentukan pertumbuhan tanaman. Misalkan, kamu
menanam jagung. Pada pengukuran awal, diperoleh tinggi tanaman 20 cm. Dalam
waktu 10 hari, tingginya menjadi 60 cm.
Kamu dapat menentukan laju pertumbuhan jagung
tersebut dengan perhitungan sebagai berikut:
0 komentar:
Post a Comment